Temu Kolegial APS-TPI ke-11 di Semarang, Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 Perkuat Jejaring Akademik dan Arah Pembelajaran Era AI
Semarang, 6-8 Agustus 2026 S1
Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 berpartisipasi dalam Temu Kolegial Asosiasi
Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI) ke-11 yang
diselenggarakan di Hotel Horison Ultima Sentraland, Semarang, pada 6–8 Agustus
2026. Kegiatan ini menjadi salah satu forum akademik penting bagi pengelola
program studi, dosen, praktisi, dan mahasiswa Teknologi Pendidikan dari
berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas arah pengembangan
keilmuan, kurikulum, dan pembelajaran di tengah akselerasi teknologi digital
dan kecerdasan artifisial.
Forum tahun ini mempertemukan 210 guru besar, dosen, dan mahasiswa dari 33 perguruan tinggi. Universitas Negeri Surabaya menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengirimkan delegasi dalam agenda tersebut. Selain Temu Kolegial APS-TPI, kegiatan ini juga terintegrasi dengan Konferensi Internasional ke-2 Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI), sehingga ruang diskusi tidak hanya berfokus pada tata kelola program studi, tetapi juga memperluas pembahasan pada isu profesi dan perkembangan mutakhir Teknologi Pendidikan.
Salah satu isu utama yang mendapat perhatian dalam forum ini adalah “perubahan lanskap pendidikan akibat perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital”. Perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mengikuti perubahan teknologi pada level perangkat, tetapi juga melakukan penyesuaian terhadap kurikulum, desain pengalaman belajar, dan kompetensi lulusan. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta kompetensi sebagai perancang instruksional menjadi semakin penting di tengah kebutuhan industri dan transformasi pendidikan yang cepat.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA
Kampus 5, pembahasan tersebut memiliki relevansi langsung dengan arah
pengembangan prodi. Teknologi Pendidikan tidak lagi cukup dipahami sebatas pemanfaatan
media atau perangkat digital, melainkan sebagai disiplin yang memadukan desain
pembelajaran, pengembangan sistem, evaluasi, manajemen sumber belajar, hingga
pengambilan keputusan berbasis data. Karena itu, kehadiran dalam forum kolegial
nasional menjadi penting untuk memastikan bahwa pengembangan kurikulum dan
pengalaman belajar mahasiswa tetap selaras dengan dinamika profesi dan
kebutuhan masa depan.
Agenda strategis lain yang dibahas dalam
Temu Kolegial APS-TPI adalah standardisasi kurikulum inti Teknologi Pendidikan.
Pembahasan ini menjadi penting karena setiap program studi membutuhkan fondasi
keilmuan yang kokoh sekaligus ruang adaptasi terhadap kekhasan institusi
masing-masing. Standarisasi bukan diarahkan pada penyeragaman secara kaku,
tetapi pada upaya memastikan bahwa lulusan Teknologi Pendidikan dari berbagai
perguruan tinggi memiliki kompetensi inti yang dapat dipertanggungjawabkan
secara akademik maupun profesional.
Forum juga membicarakan pengembangan
program mikrokredensial sebagai jalur tambahan bagi mahasiswa untuk memperkuat
kompetensi di luar struktur perkuliahan reguler. Pendekatan ini membuka
kemungkinan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih
fleksibel, terarah, dan relevan dengan kebutuhan profesi. Dalam konteks Prodi
S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5, gagasan tersebut dapat menjadi salah
satu referensi penting dalam merancang ekosistem pembelajaran yang memberi
ruang lebih besar bagi pengembangan kompetensi spesifik mahasiswa.
Selain itu, APS-TPI mendorong penguatan kolaborasi dalam akreditasi, pengembangan jurnal internasional bereputasi, dan peluncuran buku referensi. Agenda-agenda tersebut menunjukkan bahwa penguatan program studi tidak hanya bergantung pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada produktivitas ilmiah, mutu kelembagaan, dan kemampuan membangun jejaring akademik yang berkelanjutan.
Perbincangan tentang AI dalam forum ini
juga tidak dilepaskan dari dimensi etika dan kemanusiaan. Teknologi diposisikan
sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pembelajaran, namun
peran pendidik dalam membentuk karakter, nilai, dan relasi manusiawi tetap
tidak tergantikan. Perspektif ini menjadi penting bagi Teknologi Pendidikan
agar inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari
kontribusinya terhadap kualitas pengalaman belajar, inklusivitas, dan
kebermanfaatan bagi masyarakat.
Keikutsertaan Prodi S1 Teknologi
Pendidikan UNESA Kampus 5 dalam Temu Kolegial APS-TPI ke-11 juga menjadi bagian
dari penguatan jejaring akademik nasional. Pertemuan langsung dengan pengelola
program studi dari berbagai universitas membuka ruang untuk berbagi praktik
baik, membandingkan pengalaman pengelolaan kurikulum, serta mengidentifikasi
peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan
profesi. Jejaring semacam ini menjadi modal penting bagi prodi untuk terus
memperbarui diri secara akademik.
Dari perspektif Sustainable Development
Goals (SDGs), kegiatan ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 4:
Quality Education melalui upaya peningkatan mutu kurikulum, penguatan
kompetensi lulusan, dan pengembangan pembelajaran yang responsif terhadap
perubahan teknologi. Pembahasan AI dan inovasi digital juga bersinggungan
dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, sementara
penguatan jejaring APS-TPI dan IPTPI mencerminkan semangat SDG 17:
Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan
komunitas profesi.
Partisipasi dalam Temu Kolegial APS-TPI ke-11 menjadi momentum bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 untuk terus membaca perubahan, memperkuat identitas akademik, dan membangun relevansi kurikulum terhadap kebutuhan masa depan. Forum ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan Teknologi Pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas institusi, keterbukaan terhadap inovasi, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan.