Program Studi S1 Teknologi Pendidikan Kampus 5 Hadir di SMKN 2 Jiwan Madiun, Dorong Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Numerasi
Madiun, 09 Juli 2026,
Program Studi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 melaksanakan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat di SMKN 2 Jiwan Madiun melalui forum In House
Training Kawanda Berdampak. Kegiatan ini menghadirkan materi bertajuk Project
Based Contextual Learning untuk Meningkatkan Numerasi dan menjadi bagian
dari kontribusi nyata prodi dalam mendukung penguatan kualitas pembelajaran di
sekolah mitra.
Tuntutan pendidikan yang semakin
menekankan kemampuan berpikir aplikatif, numerasi menjadi salah satu kompetensi
dasar yang perlu diperkuat secara berkelanjutan. Namun, penguatan numerasi
tidak cukup dilakukan melalui latihan hitung semata. Diperlukan strategi
pembelajaran yang mampu menempatkan peserta didik pada situasi nyata, sehingga
konsep-konsep yang dipelajari tidak berhenti pada ranah teoritis, tetapi dapat
dipahami sebagai alat berpikir dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kerangka
inilah pendekatan Project Based Contextual Learning memperoleh
relevansinya.
Melalui pelatihan ini, peserta diajak
melihat pembelajaran numerasi dari sudut pandang yang lebih kontekstual dan
berpusat pada aktivitas belajar bermakna. Pembelajaran berbasis proyek
memungkinkan peserta didik terlibat dalam proses mengamati, merancang, mengolah
informasi, dan menyelesaikan masalah yang dekat dengan realitas mereka.
Sementara itu, aspek kontekstual menjadikan materi lebih mudah dihubungkan
dengan pengalaman nyata, sehingga siswa tidak sekadar memahami prosedur, tetapi
juga makna dari apa yang dipelajari.
Bagi sekolah, pendekatan semacam ini
memberi peluang untuk menggeser pola pembelajaran dari yang semula dominan
bersifat instruksional menuju pembelajaran yang lebih partisipatif. Guru tidak
lagi hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi sebagai perancang
pengalaman belajar. Peserta didik pun didorong untuk aktif menafsirkan
persoalan, bekerja sama, dan membangun solusi. Dalam konteks numerasi, hal ini
penting karena kemampuan memahami data, angka, dan hubungan kuantitatif justru
tumbuh lebih kuat ketika dipraktikkan dalam situasi yang autentik.
Keterlibatan S1 Teknologi Pendidikan
Kampus 5 dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat
bukan sekadar agenda formal tridarma, melainkan kanal strategis untuk
menjembatani keilmuan kampus dengan kebutuhan lapangan. Teknologi Pendidikan,
sebagai bidang yang menaruh perhatian pada desain pembelajaran, media,
strategi, dan lingkungan belajar, memiliki ruang kontribusi yang luas dalam
membantu sekolah mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih adaptif. Karena
itu, kehadiran dosen program studi dalam pelatihan ini sekaligus menegaskan
posisi akademik prodi sebagai mitra yang mampu menawarkan solusi pembelajaran
berbasis kajian ilmiah dan pengalaman praksis.
Kegiatan ini juga memperlihatkan
pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun
ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Sekolah memiliki kebutuhan riil
yang terus berkembang, sedangkan perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik
yang dapat dikonversi menjadi pendampingan, pelatihan, dan inovasi. Ketika
keduanya dipertemukan dalam ruang kerja sama yang produktif, maka transfer
pengetahuan tidak berjalan satu arah, tetapi menjadi proses timbal balik yang
memperkaya kedua belah pihak. Sekolah mendapatkan penguatan kapasitas,
sementara perguruan tinggi memperoleh ruang aktualisasi keilmuan yang lebih
kontekstual.
Dalam perspektif yang lebih luas,
pengabdian ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak selalu harus
dimulai dari perubahan skala besar. Langkah-langkah yang terarah, seperti
penguatan strategi pembelajaran numerasi di sekolah, justru dapat menjadi titik
masuk yang sangat penting untuk menghadirkan perubahan yang lebih substantif.
Melalui kegiatan semacam ini, pembelajaran diposisikan bukan hanya sebagai
proses penyampaian isi kurikulum, tetapi sebagai upaya membangun cara berpikir,
keterampilan problem solving, dan kepercayaan diri peserta didik dalam
menghadapi persoalan nyata.
Aktivitas pengabdian ini selaras dengan SDG 4 (Quality Education) karena berorientasi pada penguatan mutu pembelajaran dan peningkatan kapasitas pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang lebih efektif. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga merepresentasikan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan praktik pendidikan yang lebih relevan dan berdampak. Kedua dimensi tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh isi pembelajaran, tetapi juga oleh kekuatan jejaring dan kerja sama antarlembaga.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan kontribusi akademik yang membumi. Pengabdian kepada masyarakat ditempatkan sebagai ruang aktualisasi ilmu yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi bergerak ke arah tindakan yang memberi manfaat langsung. Ke depan, inisiatif serupa diharapkan dapat terus diperluas, sehingga keberadaan prodi semakin terasa tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah satuan pendidikan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan inovasi pembelajaran.