Menata Kurikulum Masa Depan, Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 Gelar Lokakarya Restrukturisasi
Malang, 29 Juli 2026 Program
Studi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 melaksanakan lokakarya
restrukturisasi kurikulum pada 29–30 Juli 2026 bertempat di Amartahills
Hotel and Resort, Malang. Kegiatan ini menjadi forum akademik bagi tim
dosen untuk meninjau kembali arah pendidikan prodi agar tetap relevan dengan
perkembangan ilmu Teknologi Pendidikan, perubahan ekosistem digital, serta
kebutuhan kompetensi lulusan pada masa mendatang.
Restrukturisasi kurikulum tidak sekadar
berkaitan dengan penataan daftar mata kuliah. Proses ini merupakan upaya
akademik untuk membaca kembali keterhubungan antara profil lulusan, capaian
pembelajaran, struktur pengetahuan, pengalaman belajar mahasiswa, dan dinamika
profesi yang akan mereka hadapi. Dalam bidang Teknologi Pendidikan, kebutuhan
tersebut menjadi semakin penting karena perubahan teknologi berlangsung cepat
dan turut memengaruhi cara belajar, cara mengajar, desain media, pengelolaan
sumber belajar, hingga pengembangan sistem pendidikan.
Forum lokakarya memberi ruang bagi dosen
untuk menyamakan perspektif mengenai karakter lulusan yang hendak dibentuk oleh
prodi. Lulusan Teknologi Pendidikan diharapkan tidak hanya terampil menggunakan
perangkat digital, tetapi juga memiliki kemampuan menganalisis kebutuhan,
merancang pembelajaran, mengembangkan media, mengelola program pendidikan,
melakukan evaluasi, serta mengambil keputusan berdasarkan landasan teoritis dan
bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pembahasan kurikulum juga menjadi momentum
untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas
terhadap kompetensi lulusan. Hubungan antarmata kuliah perlu ditata secara
runtut agar pengalaman belajar mahasiswa berkembang dari penguasaan konsep
dasar menuju kemampuan analitis, kreatif, kolaboratif, dan aplikatif. Dengan
struktur yang lebih koheren, mahasiswa diharapkan dapat memahami keterkaitan
antara teori Teknologi Pendidikan dan penerapannya dalam berbagai konteks
pembelajaran.
Selain memperhatikan substansi keilmuan, penataan kurikulum perlu merespons kemunculan kecerdasan artifisial, analitik pembelajaran, pembelajaran digital, produksi media interaktif, dan perubahan pola kerja di bidang pendidikan. Respons tersebut bukan berarti memasukkan setiap teknologi baru ke dalam kurikulum secara terpisah, melainkan memastikan mahasiswa memiliki fondasi berpikir yang cukup kuat untuk menilai, memilih, dan memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, serta sesuai dengan tujuan pendidikan.
Kegiatan ini turut memperkuat budaya
evaluasi di lingkungan prodi. Kurikulum yang baik tidak diposisikan sebagai
dokumen yang bersifat tetap, tetapi sebagai rancangan akademik yang harus
ditinjau secara berkala. Evaluasi diperlukan agar kurikulum tidak tertinggal
dari perkembangan keilmuan, kebutuhan mahasiswa, kebijakan pendidikan tinggi,
dan tuntutan masyarakat. Karena itu, restrukturisasi menjadi bagian dari proses
penjaminan mutu yang berkelanjutan.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA
Kampus 5, lokakarya ini juga memiliki arti strategis dalam membangun identitas
akademik prodi. Kejelasan arah kurikulum akan memengaruhi kualitas
pembelajaran, penelitian dosen dan mahasiswa, pelaksanaan program kemahasiswaan,
serta bentuk pengabdian kepada masyarakat. Seluruh komponen tersebut perlu
bergerak dalam arah yang selaras agar kekhasan prodi dapat terlihat secara
konsisten dalam proses maupun capaian pendidikannya.
Diskusi antardosen selama lokakarya
menjadi ruang kolegial untuk mempertemukan beragam pengalaman mengajar,
kepakaran, dan pandangan akademik. Pertukaran gagasan semacam ini penting
karena kurikulum tidak dapat disusun hanya berdasarkan perspektif individual.
Kurikulum merupakan kesepakatan akademik bersama yang menuntut argumentasi,
keterbukaan terhadap evaluasi, dan tanggung jawab kolektif dalam
pelaksanaannya.
restrukturisasi kurikulum ini berkaitan
erat dengan SDG 4: Quality Education. Kontribusinya
terlihat melalui upaya memperbaiki mutu rancangan pendidikan, memperkuat
relevansi pembelajaran, dan memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik
yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kualitas pendidikan pada tingkat program
studi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya mata kuliah, tetapi juga oleh
keterpaduan tujuan, isi, strategi pembelajaran, dan sistem evaluasinya.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan
dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, terutama
melalui perhatian terhadap inovasi pembelajaran dan perkembangan teknologi
digital dalam struktur pendidikan. Di samping itu, proses kerja bersama
antardosen mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals,
karena pembaruan kurikulum membutuhkan kolaborasi akademik, kesepahaman
kelembagaan, dan keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pemangku
kepentingan.
Melalui lokakarya ini, Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 menegaskan komitmennya untuk membangun kurikulum yang adaptif tanpa kehilangan kedalaman akademik. Restrukturisasi diharapkan menghasilkan arah pembelajaran yang lebih terukur, relevan, dan berorientasi pada pembentukan lulusan yang mampu menghadapi perubahan sekaligus memberi kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan.