Melampaui Batas, Menguatkan Fondasi: Dosen Prodi Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan melalui Inovasi Model Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital
Magetan, 16 April 2026,
Selamat dan sukses kepada Dr. Mochamad Kamil Budiarto, M.Pd. dosen Program
Studi S1 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 atas
keberhasilannya meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan dari Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pada Rabu, 16 April
2026, beliau berhasil menjalani dan mempertahankan disertasinya dalam Sidang
Tertutup Program Doktor Ilmu Pendidikan yang diselenggarakan di Ruang Ujian
FKIP UNS, Gedung G Pascasarjana, Surakarta. Keberhasilan ini bukan hanya
menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga merupakan tonggak penting bagi
penguatan ekosistem akademik dan budaya riset di lingkungan Prodi S1 Teknologi
Pendidikan UNESA Kampus 5.
Sidang tertutup yang berlangsung dalam suasana akademis penuh khidmat tersebut dihadiri oleh tim promotor, ko-promotor, serta dewan penguji dari Universitas Sebelas Maret. Di hadapan para penguji, Kamil mempresentasikan disertasinya yang berfokus pada pengembangan model Contextual Collaborative Learning (CCL) berbantuan website untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa. Penelitian ini merupakan tawaran ilmiah yang lahir dari kepekaan terhadap tantangan nyata dunia pendidikan tinggi: bagaimana merancang model pembelajaran yang mampu mendorong kolaborasi aktif antar individu, sekaligus mengintegrasikan teknologi digital secara bermakna, kontekstual, dan bertanggung jawab dalam proses belajar mahasiswa. Dalam kerangka yang lebih luas, riset ini merupakan wujud nyata kontribusi akademik terhadap Quality Education, yakni upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Dalam disertasinya, Kamil mengembangkan
model CCL yang memadukan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan
prinsip-prinsip kolaboratif, didukung oleh platform berbasis website yang
dirancang sebagai infrastruktur pembelajaran digital. Model ini tidak semata
hadir sebagai instrumen teknologi, melainkan sebagai kerangka pedagogis yang
utuh memberikan ruang bagi mahasiswa
untuk berinteraksi, berdiskusi, menyelesaikan masalah autentik, dan membangun
pengetahuan secara bersama dalam ekosistem digital. Pengembangan platform
berbasis website sebagai media pembelajaran ini secara langsung mencerminkan
semangat terutamanya Industry, Innovation and Infrastructure,
mendorong inovasi teknologi yang dapat memperkuat infrastruktur pendidikan
secara berkelanjutan.
Literasi digital, dalam kerangka
penelitian ini, dipandang bukan hanya sebagai kemampuan teknis mengoperasikan
perangkat, melainkan sebagai kompetensi kritis dalam mengakses, menganalisis,
mengevaluasi, dan menciptakan konten digital secara etis dan bertanggung jawab.
Dengan menjadikan literasi digital sebagai sasaran utama, penelitian ini turut
merespons tantangan terutamanya Reduced Inequalities, memastikan
bahwa akses terhadap kecakapan digital tidak hanya menjadi hak segelintir,
tetapi terbuka secara merata bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar
belakang dan lokasi geografis.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA
Kampus 5, capaian doktoral ini memiliki arti yang jauh melampaui sekadar
penambahan kualifikasi akademik. Kehadiran dosen bergelar doktor akan semakin
memperkuat atmosfer akademik prodi, khususnya dalam pengembangan pembelajaran
berbasis riset, peningkatan kualitas bimbingan akademik, penguatan literasi
ilmiah mahasiswa, serta perluasan inovasi dalam bidang teknologi pendidikan.
Gelar doktor yang diraih bukan berhenti pada capaian administratif semata,
tetapi menjadi pijakan kokoh untuk memperkuat kualitas Tridharma Perguruan
Tinggi secara menyeluruh dari pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada
masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat Quality Education yang
menekankan pentingnya penguatan kapasitas pendidik sebagai fondasi terciptanya
ekosistem pendidikan tinggi yang unggul dan berkelanjutan.
Dalam bidang penelitian, capaian ini
diharapkan memperkuat produktivitas publikasi ilmiah, memperluas tema-tema
kajian yang relevan, dan membuka ruang kolaborasi riset yang lebih luas. Proses
pendidikan doktoral yang ditempuh di FKIP UNS sendiri merupakan cerminan nyata
dari Partnerships for the Goals, bahwa kemajuan ilmu
pengetahuan dan pendidikan hanya dapat dicapai secara optimal melalui sinergi
dan kemitraan strategis antarperguruan tinggi. Kolaborasi akademik antara UNESA
dan UNS ini menjadi bukti bahwa jejaring institusional yang kuat adalah modal
utama dalam melahirkan riset yang berkualitas dan berdampak luas.
Keberhasilan ini juga menyampaikan pesan
penting kepada mahasiswa: bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kuliah,
tetapi merupakan perjalanan intelektual yang menuntut keberanian, konsistensi,
dan semangat belajar sepanjang hayat. Sosok dosen yang terus bertumbuh secara
akademik menjadi teladan nyata dalam membangun etos belajar, semangat meneliti,
dan keberanian untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Capaian ini
diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Prodi S1 Teknologi Pendidikan untuk
terus mengembangkan potensi diri, memperkuat kemampuan akademik, serta
membangun orientasi masa depan yang visioner dan produktif.
Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus
5 menaruh harapan besar agar keberhasilan ini menjadi energi baru bagi
penguatan budaya akademik di lingkungan kampus membangun tradisi berpikir
ilmiah yang kokoh, kebiasaan meneliti yang konsisten, serta komitmen kolektif
untuk terus meningkatkan mutu diri. Atmosfer akademik yang sehat akan tumbuh
subur ketika ada teladan nyata, dukungan kelembagaan yang kuat, dan semangat
bersama untuk terus belajar, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya yang
bermakna bagi peradaban.
Segenap keluarga besar Prodi S1 Teknologi
Pendidikan UNESA Kampus 5 kembali menyampaikan selamat dan sukses kepada Dr.
Mochamad Kamil Budiarto, M.Pd. atas capaian doktoralnya yang membanggakan.
Semoga ilmu yang diperoleh senantiasa membawa kebermanfaatan, memperkuat
dedikasi dalam dunia pendidikan, memperluas kontribusi dalam pengembangan
keilmuan Teknologi Pendidikan, serta menjadi amal ilmiah yang berdampak bagi
institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.