Dukung SDG 4 dan SDG 17, Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 Hadirkan Praktisi Mengajar pada Mata Kuliah Pengembangan Media Grafis
Magetan, 19 Mei 2026,
Dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas (quality education),
relevan, dan terhubung dengan kebutuhan dunia profesional, Prodi S1
Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 menyelenggarakan kegiatan praktisi
mengajar pada mata kuliah Pengembangan Media Grafis pada 19 Mei
2026 bertempat di Ruang Smartclass Kampus 5. Kegiatan ini
menghadirkan Noorman Haryo Sasongko, S.Sn. selaku owner (pemilik) jasa
fotografi dengan brand “Happypola” dan juga sebagai narasumber praktisi yang
memberikan wawasan, pengalaman, dan penguatan materi kepada mahasiswa secara
langsung.
Pelaksanaan praktisi mengajar ini menjadi
salah satu bentuk komitmen prodi dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak
hanya berpusat pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa
untuk memahami praktik nyata di lapangan. Dalam konteks mata kuliah
Pengembangan Media Grafis, mahasiswa dituntut tidak sekadar mampu menghasilkan
karya visual yang menarik, tetapi juga memahami fungsi media sebagai sarana
komunikasi pendidikan yang efektif, informatif, dan bermakna. Oleh karena itu,
kehadiran praktisi menjadi sangat penting untuk membantu mahasiswa melihat
bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di kelas diterapkan dalam dunia kerja
dan proses kreatif yang sesungguhnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh
pemahaman yang lebih luas mengenai proses pengembangan media grafis, mulai dari
tahap perencanaan ide, penyusunan pesan, pemilihan elemen visual, hingga
strategi agar media yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan audiens secara
tepat. Narasumber juga memberikan perspektif praktis mengenai pentingnya
kreativitas, ketelitian, dan sensitivitas komunikasi dalam menghasilkan media
yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang
tinggi. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bahwa media grafis dalam
bidang Teknologi Pendidikan bukan hanya soal desain, tetapi juga soal bagaimana
pesan pembelajaran dikemas secara efektif agar mampu mendukung proses belajar.
Kegiatan yang berlangsung di ruang
smartclass ini juga memperlihatkan antusiasme mahasiswa dalam mengikuti
pembelajaran berbasis praktisi. Kehadiran narasumber membuka ruang interaksi
yang lebih dinamis melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman
lapangan. Situasi ini memberi pengalaman belajar yang lebih hidup dan
kontekstual bagi mahasiswa, karena mereka dapat menggali langsung tantangan,
strategi, dan praktik baik yang berkembang dalam dunia profesional. Pengalaman
semacam ini penting untuk membangun kesiapan mahasiswa, baik dalam konteks
akademik maupun dalam orientasi karier di masa depan.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan,
kegiatan praktisi mengajar memiliki arti strategis dalam memperkuat
pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mahasiswa
tidak hanya didorong untuk memahami teori pengembangan media, tetapi juga
dibekali kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah, komunikasi visual,
serta kemampuan menyesuaikan media dengan karakteristik pengguna dan tujuan
pembelajaran. Prodi memandang bahwa pendekatan pembelajaran semacam ini akan
membantu mahasiswa membangun kompetensi yang lebih utuh, adaptif, dan relevan
dengan tuntutan zaman.
Selain memperkaya proses pembelajaran,
kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan
praktisi profesional dalam membangun mutu pendidikan tinggi. Keterlibatan
praktisi dalam ruang akademik menjadi jembatan yang menghubungkan pembelajaran
kampus dengan dunia kerja, sehingga mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang
lebih nyata tentang kompetensi yang perlu mereka kuasai. Kolaborasi seperti ini
menjadi sangat penting, khususnya dalam bidang Teknologi Pendidikan yang terus
berkembang seiring perubahan teknologi, media, dan kebutuhan belajar
masyarakat.
Kegiatan praktisi mengajar pada mata kuliah Pengembangan Media Grafis ini selaras dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kompetensi mahasiswa. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi dalam memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat relevansi pendidikan tinggi. Kedua tujuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kerja sama yang produktif dan berkelanjutan antara institusi pendidikan dan mitra profesional.
Kami memandang kegiatan ini sebagai bagian dari
penguatan identitas akademik prodi dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif,
kolaboratif, dan berdampak. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menambah
wawasan mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan motivasi untuk terus berkarya,
mengeksplorasi potensi kreatif, serta menghasilkan media pembelajaran yang
inovatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.