Dari Silaturahmi ke Kolaborasi, APSTPI–IPTPI Perkuat Ekosistem Teknologi Pendidikan Nasional
Semarang, 7 Agustus 2026 Rangkaian
Temu Kolegial APS-TPI ke-11 dan The 2nd International Conference on Educational
Technology tidak hanya diisi dengan diskusi akademik, konferensi, dan penguatan
kerja sama antarprogram studi. Seluruh peserta juga mengikuti agenda Silaturahmi
Kebangsaan dan Gala Dinner yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Jawa
Tengah di Semarang. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang lebih
cair bagi akademisi, pengelola program studi, organisasi profesi, dan pemangku
kepentingan untuk mempererat komunikasi setelah menjalani rangkaian agenda
ilmiah.
Kegiatan gala dinner dihadiri peserta APS-TPI
dan IPTPI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pemerintah daerah turut
memberikan sambutan dan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan. Pada
kesempatan tersebut, kehadiran pemerintah diwakili oleh Kepala Badan Riset dan
Inovasi Daerah (BRIDA) Semarang yakni Bapak Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si,
mengingat Gubernur Jawa Tengah Bapak Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi,
S.H., S.St.M.K berhalangan hadir.
Suasana yang lebih informal memberikan
karakter berbeda dibandingkan forum akademik pada sesi sebelumnya. Jika ruang
konferensi menjadi tempat untuk mempertukarkan gagasan, membahas kurikulum,
inovasi pembelajaran, dan perkembangan Teknologi Pendidikan, maka gala dinner
menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan antarpeserta. Interaksi semacam
ini memiliki arti penting karena banyak gagasan kolaborasi akademik justru
tumbuh melalui komunikasi yang terbuka dan hubungan profesional yang dilandasi
kepercayaan.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA
Kampus 5, keterlibatan dalam agenda tersebut menjadi bagian dari proses
memperluas jejaring keilmuan di tingkat nasional. Pertemuan dengan akademisi
dari berbagai program studi Teknologi Pendidikan memberikan kesempatan untuk
mengenali perkembangan institusi lain, bertukar pengalaman mengenai pengelolaan
pendidikan tinggi, sekaligus membuka komunikasi untuk kemungkinan kerja sama di
bidang pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada
masyarakat, dan aktivitas mahasiswa.
Gala dinner juga melengkapi momentum
penguatan kolaborasi yang telah berlangsung dalam rangkaian Temu Kolegial.
Sebelumnya, forum APS-TPI telah mempertemukan program studi Teknologi
Pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan jenjang pendidikan untuk mendiskusikan
perkembangan disiplin, tantangan transformasi digital, hingga masa depan
pembelajaran di tengah perkembangan kecerdasan artifisial. Pertemuan malam
tersebut kemudian menghadirkan sisi lain dari kolaborasi akademik: membangun
relasi antarmanusia yang menjadi fondasi dari kerja sama kelembagaan.
Kehadiran unsur pemerintah dalam kegiatan
ini turut memperluas perspektif bahwa pengembangan Teknologi Pendidikan tidak
hanya menjadi urusan perguruan tinggi. Inovasi dalam pendidikan membutuhkan
keterhubungan antara akademisi, organisasi profesi, pemerintah, dan masyarakat.
Dialog dengan pemangku kepentingan daerah membuka ruang untuk melihat bagaimana
hasil riset dan inovasi pendidikan dapat diterjemahkan menjadi praktik maupun
kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas.
Silaturahmi kebangsaan yang menyertai gala
dinner juga membawa pesan bahwa keberagaman institusi, daerah, dan latar
belakang akademik dapat dipertemukan oleh satu kepentingan bersama, yaitu
peningkatan mutu pendidikan Indonesia. Teknologi Pendidikan sebagai disiplin
keilmuan memiliki posisi strategis dalam agenda tersebut karena berada pada
persimpangan antara pedagogi, teknologi, desain pembelajaran, inovasi, dan
pengembangan sumber daya manusia.
Bagi komunitas akademik Teknologi
Pendidikan, jejaring yang terbangun melalui forum semacam ini merupakan modal
penting untuk menjawab perubahan pendidikan yang semakin cepat. Tantangan
terkait kecerdasan artifisial, ekosistem pembelajaran digital, penguatan
kompetensi lulusan, hingga kebutuhan terhadap penelitian lintas institusi tidak
dapat diselesaikan secara terpisah. Kolaborasi memungkinkan setiap program
studi saling memperkuat melalui kepakaran dan pengalaman yang dimiliki.
Dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan SDG 4: Quality Education, terutama melalui jejaring akademik yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan. Namun, dimensi yang paling kuat terlihat pada SDG 17: Partnerships for the Goals, karena silaturahmi dan komunikasi lintas institusi menjadi fondasi bagi terbentuknya kemitraan yang lebih produktif antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah.
Bagi Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5, gala dinner APS-TPI–IPTPI bukan sekadar agenda penutup atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perjalanan membangun posisi prodi dalam jejaring Teknologi Pendidikan nasional. Pertemuan, komunikasi, dan kedekatan yang terjalin diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama akademik yang konkret serta memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi, dan perkembangan disiplin Teknologi Pendidikan di Indonesia.