Dari Pelantikan hingga Diskursus Nasional: IPTPI DIY Perkuat Kepemimpinan Profesi dan Gagas Transformasi Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan
Yogyakarta, 18 April 2026,
Selamat dan sukses kepada seluruh Pengurus Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan
Indonesia (IPTPI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang resmi dilantik pada
Sabtu, 18 April 2026 bertempat di Aula Gedung Abdullah Sigit FKIP UNY.
Pelantikan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kolegial
ini menandai babak baru kepemimpinan organisasi profesi teknologi pendidikan di
wilayah DIY, sebuah amanah yang diemban dengan penuh tanggung jawab untuk terus
mendorong kemajuan profesi, memperkuat jaringan akademik, dan menghadirkan
kontribusi nyata bagi ekosistem pendidikan Indonesia. Momentum bersejarah ini
sekaligus menjadi cerminan nyata dari komitmen komunitas teknologi pendidikan
dalam membangun tata kelola profesi yang kuat, transparan, dan berorientasi
pada dampak.
Prosesi pelantikan yang dihadiri oleh para
akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan bidang teknologi pendidikan dari
berbagai institusi di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut berlangsung dengan
penuh antusias. Kehadiran para peserta yang beragam latar belakang
institusionalnya menjadi simbol nyata dari semangat kolaborasi lintas lembaga
yang selama ini menjadi kekuatan utama IPTPI sebagai organisasi profesi. Dalam
kerangka yang lebih luas, pelantikan ini merupakan perwujudan Partnerships
for the Goals, bahwa kemajuan pendidikan dan pengembangan profesi hanya
dapat diraih secara optimal melalui kemitraan strategis, sinergi antarlembaga,
dan kolaborasi yang dibangun di atas fondasi kepercayaan dan visi bersama.
Rangkaian kegiatan hari ini tidak berhenti
pada prosesi pelantikan semata. Momentum bersejarah tersebut dilanjutkan dengan
penyelenggaraan Seminar Nasional bertema "Transformasi Pendidikan
di Era Kecerdasan Buatan: Tinjauan Kritis dan Implementasi Praktis", sebuah
forum ilmiah yang mengundang para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan
untuk berdialog secara kritis mengenai tantangan dan peluang yang dibawa oleh
kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam lanskap pendidikan kontemporer. Tema ini
mencerminkan kepekaan IPTPI DIY terhadap isu-isu strategis yang tengah
membentuk ulang paradigma pembelajaran, desain instruksional, dan tata kelola
pendidikan secara global.
Seminar nasional ini merupakan wujud nyata
komitmen terhadap Quality Education, mendorong terciptanya
pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Di
tengah derasnya arus transformasi digital, kecerdasan buatan bukan lagi sekadar
teknologi masa depan, melainkan realitas yang sudah merambah ruang-ruang
belajar saat ini. Forum seperti ini menjadi ruang kritis yang amat penting:
bukan hanya untuk mengagumi potensi AI, tetapi juga untuk mengidentifikasi
batas-batasnya, merumuskan pendekatan implementasi yang bijak, serta memastikan
bahwa teknologi benar-benar dihadirkan demi kepentingan terbaik peserta didik.
Tema seminar yang menggabungkan
"tinjauan kritis" dan "implementasi praktis" dalam satu
bingkai merupakan pilihan yang tepat dan strategis. Tinjauan kritis dibutuhkan
untuk memastikan bahwa adopsi kecerdasan buatan dalam pendidikan tidak berjalan
secara naif tanpa mempertimbangkan isu etika, privasi data, kesenjangan akses,
dan dampak jangka panjang terhadap pengembangan kompetensi peserta didik.
Dimensi kritis ini sejalan dengan semangat Reduced Inequalities,
yang mengingatkan bahwa transformasi teknologi hanya bermakna apabila mampu
mempersempit, bukan memperlebar, kesenjangan akses pendidikan antarkelompok
masyarakat dan antarwilayah.
Sementara itu, dimensi implementasi
praktis menempatkan diskusi pada tataran yang membumi dan actionable. Para
peserta diajak untuk tidak sekadar berdebat di tataran konseptual, tetapi juga
merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengintegrasikan AI ke dalam desain
pembelajaran, pengembangan kurikulum, dan sistem penilaian yang autentik.
Inovasi dalam implementasi AI sebagai infrastruktur pembelajaran merupakan
cerminan dari Industry, Innovation and Infrastructure, memastikan
bahwa inovasi teknologi benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas
pendidikan secara berkelanjutan dan inklusif.
Lebih dari itu, seminar ini turut
mempertegas bahwa pengembangan kompetensi tenaga pendidik dan lulusan yang
melek teknologi merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan sumber daya
manusia yang produktif. Hal ini bersinggungan langsung dengan Decent Work
and Economic Growth, bahwa pendidik dan lulusan yang memiliki literasi
AI yang kuat akan lebih siap berkontribusi dalam ekosistem kerja yang terus
berevolusi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan
berkelanjutan.
Keberadaan IPTPI sebagai organisasi profesi memiliki peran yang sangat strategis dalam lanskap pendidikan Indonesia. Ia bukan hanya wadah silaturahmi akademik, tetapi juga ruang advokasi, pengembangan standar profesi, dan akselerasi inovasi dalam bidang teknologi pendidikan. Melalui kepengurusan yang baru dilantik, IPTPI DIY diharapkan semakin mampu memperkuat fungsi-fungsi tersebut menjadi jembatan antara dunia riset dan praktik lapangan, antara kebijakan pendidikan dan implementasi di ruang kelas, serta antara kepentingan lokal dan wawasan global. Semangat ini selaras dengan Peace, Justice and Strong Institutions membangun institusi dan organisasi yang kuat, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Prodi S1 Teknologi Pendidikan UNESA Kampus 5 menyambut dengan bangga terselenggaranya rangkaian kegiatan ini. Pelantikan pengurus IPTPI DIY dan Seminar Nasional yang digelar bersamaan merupakan bukti bahwa komunitas teknologi pendidikan di Indonesia terus bergerak, berorganisasi, dan berdialog secara ilmiah dalam menghadapi tantangan zaman. Semoga semangat yang terbangun hari ini menjadi energi kolektif yang mengalir panjang menginspirasi para pendidik, peneliti, mahasiswa, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia.