AI Sebagai Mitra Berpikir: Strategi Dosen UNESA Bangun Mahasiswa Kritis dan Reflektif
Magetan, 11 November 2025. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan terus berkembang pesat, namun fenomena penggunaan yang instan dan tidak disertai kemampuan berpikir kritis masih menjadi tantangan. Menjawab hal tersebut, Rico Eko Andrianto, M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5, menggagas program inovatif bertajuk “Effective Prompting for Critical Thinking” sebagai wawasan bagi mahasiswa dalam pemanfaatan AI pada proses pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran perilaku sebagian mahasiswa yang hanya menyalin soal atau instruksi ke platform AI seperti ChatGPT, lalu menerima hasilnya tanpa proses analisis atau refleksi. “AI seharusnya menjadi mitra berpikir, bukan sekadar mesin penjawab cepat,” tegasnya. Melalui pendekatan effective prompting, mahasiswa diajak untuk berinteraksi secara lebih reflektif, menulis instruksi yang jelas, meninjau kembali hasil, dan mengembangkan ide yang lebih mendalam dari keluaran AI.
Program ini dirancang dalam beberapa tahap, mulai dari survei kebutuhan, pelatihan, pendampingan, hingga diseminasi hasil. Dalam sesi pelatihan, mahasiswa dilatih menulis prompt yang kritis dan kontekstual serta memahami etika penggunaan AI di dunia akademik. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kemampuan berpikir kritis, tetapi juga menumbuhkan literasi digital dan tanggung jawab akademik di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa harus memiliki kemampuan mengarahkan AI melalui prompt yang efektif akan menjadi keterampilan penting di era digital. “Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna pasif AI. Mereka harus mampu mengarahkan teknologi ini untuk memperdalam analisis dan kreativitas berpikir,” tambahnya.
Gagasan ini juga sejalan dengan visi UNESA sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang berorientasi pada inovasi dan adaptasi teknologi. Melalui program “Effective Prompting for Critical Thinking,” diharapkan tercipta budaya akademik baru yang menjunjung etika, kreativitas, dan pemanfaatan AI secara kritis di lingkungan kampus.